ALIANSI WARTAWAN PEMANTAU POLISI DAN JAKSA (AWP2J)

Rabu, 02 November 2011

DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PEMBANGUNAN PLTU

Moch Moro Asih, SH
PEMAHAMAN UMUM
Pembangunan yang dilakukan oleh Bangsa Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup rakyat. Proses pelaksanaan pembangunan di satu pihak menghadapi permasalahan jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertambahan yang tinggi, tetapi dilain pihak ketersediaan sumber daya alam bersifat terbatas. Kegiatan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan penduduk meningkatkan permintaan atas sumber daya alam, sehingga timbul tekanan terhadap sumber daya alam. Oleh karena itu, pendayagunaan sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan genarasi masa depan harus disertai dengan upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup. Dengan demikian, pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan adalah pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup.
Terlestarikannya fungsi lingkungan hidup yang merupakan tujuan pengelolaan lingkungan hidup menjadi menjadi tumpuan terlanjutkannya pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, sejak awal perencanaan usaha dan/atau kegiatan yang sudah harus diperkirakan perubahan rona lingkungan hidup akibat pembentukan suatu kondisi lingkungan hidup yang baru, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan, yang timbul sebagai akibat diselenggarakannya usaha dan/atau kegiatan pembangunan. Pasal 15 Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup menetapkan bahwa setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak lingkungan hidup.
Terlestarikannya fungsi lingkungan hidup yang menjadi tumpuan terlanjutkannya pembangunan merupakan kepentingan seluruh masyarakat. Diselenggarakan usaha dan/atau kegiatan akan mengubah rona lingkungan hidup, sedangkan perubahan ini pada gilirannya akan menimbulkan dampak terhadap masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatkan warga masyarakat yang akan terkena dampak menjadi penting dalam proses analisis mengenai dampak lingkungan hidup. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup menetapkan hak setiap orang untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup. Peran masyarakat itu meliputi peran dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini berarti bahwa warga masyarakat wajib dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan atas analisis mengenai dampak lingkungan hidup pembangunan PLTU. Ketertiban warga masyarakat itu merupakan pelaksanaan asas keterbukaan. Dengan keterlibatan warga masyarakat itu akan membantu dalam mengidentifikasi persoalan dampak lingkungan hidup secara dini dan lengkap, menampung aspirasi dan kearifan pengetahuan lokal dari masyarakat yang seringkali justru menjadi kunci penyelesaian persoalan dampak lingkungan hidup yang timbul.
Setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang memungkinkan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup pembangunan PLTU. Sebagai bagian dari studi kelayakan untuk melaksanakan suatu rencana usaha dan/ atau kegiatan, analisis mengenai dampak lingkungan hidup pembangunan PLTU merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin melakukan usaha dan/ atau kegiatan. Hal itu merupakan konsekuensi dari kewajiban setiap Perusahaan Pemerintah, swasta, maupun perorangan untuk memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Konsekuensinya adalah bahwa syarat dan kewajiban sebagaimana ditentukan dalam rencana dalam pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pemantauan lingkungan hidup harus dicantumkan ketentuan dalam izin usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan.


PEMAHAMAN AMDAL
AMDAL merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (PP No 27 Tahun 1999).
Analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL) adalah telahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan peting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan kerangka Acuan (KA-ANDAL) adalah ruang lingkup studi analisis dampak lingkungan hidup yang merupakan hasil pelingkupan yang disepakati oleh Pemrakarsa/Penyusun AMDAL dan Komisi AMDAL.
Rencana pengelolaan lingkungan hidup (RPL) adalah upaya penanganan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
Rencana pemantauan lingkungan hidup (RPL) adalah upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak besar dan penting akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.

AMDAL DAN PEMBANGUNAN
Pembangunan dimulai ketika terjadi pergeseran peradapan manusia dari manusia hutan berpindah-pindah menjadi manusia sosial dengan membentuk kelompok dalam daerah tertentu. Seiring dengan pertumbuhan manusia yang selalu membutuhkan energi maka kegiatan pembangunan melekat pada pemenuhan kebutuhan tersebut.
AMDAL adalah bentuk studi dengan memberikan rekomendasi terhadap setiap jenis kegiatan pembangunan. Rekomendasi kelayakan diberikan berikut rekomendasi untuk pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan. Dalam pelaksanaan pembangunan kajian kelayakan berupa kelayakan Teknis, Kelayakan Ekonomis, dan kelayakan Lingkungan.
Analisis mengenai dampak lingkungan hidup pembangunan PLTU merupakan bagian studi kelayakan. Hasil analisis mengenai dampak lingkungan hidup pembangunan PLTU digunakan sebagai bahan perencanaan pembangunan wilayah. Usaha dan/atau kegiatan yang memungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup meliputi :
a.       Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam;
b.      Terjadinya rawan bencana seperti Tanah Longsor;
c.       Kerusakan Tanah;
d.      Dampak erosi
e.       Sedimen dan sedimentasi;
f.       Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya;
g.      Kegiatan yang mempunyai resiko tinggi, dan/ atau mempengaruhi pertahanan negara.
Usaha dan/atau kegiatan yang akan dibangun di dalam kawasan yang sudah dibuatkan analisis dampak lingkungan hidup tidak diwajibkan membuat analisis mengenai dampak lingkungan hidup dan perlindungan lagi. Usaha dan/atau kegiatan yang diwajibkan untuk melakukan pengendalian dampak lingkungan hidup dan perlindungan fungsi lingkungan hidup sesuai dengan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pemantauan lingkungan hidup kawasan. Kriteria mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/ atau kegiatan terhadap lingkungan hidup antara lain :
1.      Jumlah manusia yang terkena dampak;
2.      Luas wilayah persebaran dampak;
3.      Intensitas dan lamanya dampak berlangsung;
4.      Banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak;
5.      Sifat komulatif dampak;
Analisis mengenai dampak lingkungan tidak perlu dibuat bagi rencana usaha dan/atau kegiatan untuk menanggulangi suatu keadaan darurat. Analisis mengenai dampak lingkungan hidup merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin melakukan usaha dan/atau kegiatan yang diterbitkan oleh pejabat berwenang. Permohonan izin melakukan usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada diajukan oleh pemrakarsa kepada pejabat yang berwenang menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku dan wajib melampirkan keputusan kelayakan lingkungan hidup suatu usaha dan/atau kegiatan yang diberikan oleh instansi yang bertanggung jawab.

KERUSAKAN TANAH
Sumber daya alam utama, yaitu tanah dan air, mudah mengalami kerusakan atau degradasi. Kerusakan tanah dapat terjadi oleh (1) kehilangan unsur hara dan bahan organik dari daerah perakaran, (2) terkumpulnya garam di daerah perakaran (salinisasi), terkumpulnya atau terungkapnya unsur atau senyawa yang merupakan racun bagi tanaman, (3) penjenuhan tanah oleh air (waterlogging) dan (4) erosi.
Kerusakan yang dialami pada tanah tempat erosi terjadi berupa kemunduran sifat-sifat kimia dan fisik tanah seperti kehilangan unsur hara dan bahan organik dan memburuknya sifat-sifat fisik yang tercermin antara lain pada menurunnya kapasitas infiltrasi dan kemampuan tanah menahan air, meningkatkan kepadatan dan ketahanan penestrasi tanah dan berkurangnya kemantapan struktur tanah, yang pada akhirnya menyebabkan memburuknya pertumbuhan tanaman dan menurunnya produktifitas. Hal ini disebabkan oleh karena lapisan atas tanah setebal 15 sampai 30 cm mempunyai sifat-sifat kimia dan fisik lebih baik dari lapisan lebih bawah.

DAMPAK EROSI
Erosi adalah hilangnya atau terkikisnya atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat yang diangkut oleh air atau angin ke tempat lain. Di daerah beriklim basah erosi oleh airlah yang penting, sedangkan erosi oleh angin  tidak berarti erosi menyebabkan hilangnya lapisan atas tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air. Tanah yang terangkut tersebut akan diendapkan di tempat lain; di dalam sungai, waduk, danau, saluran irigasi, diatas tanah pertanian dan sebgainya. Dengan demikian maka kerusakan yang ditimbulkan oleh peristiwa erosi terjadi di dua tempat yaitu (1) pada tanah tempat erosi terjadi dan (2) pada tempat tujuan akhir tanah yang terangkut tersebut diendapkan.

SEDIMEN DAN SEDIMENTASI
Tanah dan bagian-bagian tanah yang terangkut dari suatu tempat yang tererosi secara umum disebut sedimen. Sebagian saja dari sedimen yang akan sampai dan masuk ke dalam sungai dan terbawa ke luar daerah tamping atau daerah aliran sungai. Nisbah jumlah sedimen yang betul-betul terbawa oleh sungai dari suatu daerah terhadap jumlah tanah yang tererosi dari daerah tersebut, disebut Nisbah Pelepasan (NPS).
Sedimen yang dihasilkan oleh proses erosi dan terbawa oleh suatu aliran akan diendapkan pada suatu tempat yang kecepatan artinya melambat atau terhenti. Proses ini yang dikenal dengan sedimentasi atau pengendapan adalah proses pertanggung jawab atas terbentuknya daratan daratan aluvial yang luas pada banyak tempat di dunia.

Dampak Besar dan Penting, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Pembangunan PLTU.
Antara politik, Ekonomi, dan lingkungan merupakan tiga pilar yang saling interaksi dan interdependensi dalam pelakuan terhadap sumber daya alam. Secara politik perkembangan dunia ekonomi didorong untuk meningkatkan pendapatan setinggi-tingginya, melibatkan tenaga kerja sebanyak-banyaknya. Resiko yang dihadapi adalah pengkerdilan fungsi dan keberadaan lingkungan. Dampak pencemaran akibat kegiatan industri harus diterima lingkungan dengan konsekuensi perubahan tata lingkungan dan fungsi lingkungan. Sedangkan bila harus melakukan penyelamatan lingkungan dibutuhkan cost yang akan mengurangi keuntungan usaha. Adanya beda kepentingan tersebut yang menyebabkan antara lingkungan, politik, dan ekonomi sering terjadi benturan.

1.      Dampak Kerusakan Akibat Pencemaran Lingkungan
Dalam dampak terhadap lingkungan secara makro dapat dikelompokkan kedalam dampak terhadap lingkungan Abiotik (A), Biotik (B), dan Cultur (C). ketiga jenis lingkungan tersebut saling interaksi dan interdependensi satu dengan yang lain. Adanya interaksi menyebabkan terjadinya dampak secara langsung yang dirasakan, sedangkan terjadinya dampak secara langsung yang dirasakan, sedangkan adanya interdependensi menyebabkan dampak secara tidak langsung.

2.      Dampak Terhadap Kesehatan
Dampak terhadap kesehatan terjadi akibat perubahan kualitas lingkungan. Meningkatkan kasus diare, ISPA, penyakit kulit, penurunan IQ akibat Pb atau logam berat lain, merupakan contoh penyakit yang terjadi akibat pencemaran lingkungan. Pada umumnya mekanisme terjadi melalui oral (mulut), pernafasan atau iritasi melalui kulit. Kerugian terhadap kesehatan merupakan kerugian besar akibat kerusakan lingkungan.

3.      Dampak Terhadap Perairan
Perairan pada suatu wilayah terdiri dari materi dan energi untuk mendukung kehidupan, yang popular dengan daya dukung lingkungan. Polutan merupakan materi dan energi asing yang memasuki badan air, sehingga menurunkan daya dukung lingkungan. Kondisi tercemar terjadi bila perubahan tersebut menyebabkan badan air berubah dari peruntukannya. Bahan organik merupakan bahan yang dominan sebagai polutan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes